Langsung ke konten utama

MENGUBAH ARAH JALAN HIDUP

MAHA SUCI ALLAH, Maha Besar Allah yang dariNya kita terima jalan kehidupan kita. Ketika lahir, kita hanya ngikut apa maunya orangtua, setelah remaja, dan dewasa, lihat kanan lihat kiri kepribadian kita terbentuk.

Lalu makin dewasa dan matang, kita sampai dipertengahan usia, kita mulai meneliti jalan hidup macam apa yang sedang kita jalani. Banyak yang berkelok-kelok, lurus dan melingkar tak beraturan. Itulah jalan hidup kita.

Kenalkah kita pada jalan itu?

Saya terheran-heran dengan jalan kehidupan yang sudah saya raih. Banyak yang kita harap dari Allah, setelah Allah memberi dengan rahmatNya, kita sudah siap dengan permintaan baru! Ajaib.

Kita pintar memproduksi keinginan tapi tak cukup pintar memproduksi kesyukuran. Sampai titik itu saya mulai sadar ada kekuatan DASYAT yang mengarahkan hidup kita baik kita inginkan atau tidak. Kata kuncinya adalah hikmah. Bisakah kita menarik hikmah dari sekian milyar rahman dan rahim Allah disetiap detik perubahan dari arah hidup kita.

Kita bisa mengubah, namun bila belum waktunya perubahan itu tak akan terjadi pada kita.

Di padang kesunyian; saya temukan hanya kedamaian bila kita hanya minta sedikit untuk kita dari Allah. Dan apapun pemberian Allah ada sejuta hikmah yang kita pahami belakangan.

Sudahkah anda mengubah arah jalan hidup anda?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ENGGAK MUDIK (LAGI) DI 2017

Biasalah Sodara-sodara.   Lebaran Juni 2017 ini saya dan istri nggak mudik.  Baik mudik ke Banjarmasin ato ke Banyuwangi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami sudah memutuskan untuk tidak akan mudik saat Lebaran tiba.  Mengapa? Selama hampir 22 tahun di Jakarta, saya mudik saat menjelang Lebaran terjadi pada 1997, 1998, 2000, 2001, 2003, 2004, 2006, 2009.  Setelah itu mudik tapi nggak menjelang Lebaran.  Artinya pulang kampungnya bisa dua kali tapi di bulan yang lain.  Kami tahu betapa hebohnya mudik menjelang lebaran.  Dari sulitnya cari tiket, desak-desakan di bis/kereta api, sampai susahnya pula perjalanan arus balik.  Itu sebabnya bila Anda ingin mudik rileks, tenang, damai dan fun, maka pilihlah mudik di luar Lebaran.  Lagian mana tahan orang 19 juta pemudik bergerak bersama di jalan yg itu-itu juga (Referensi, Budi K. Sumadi, Menhub).  Sangat tidak layak, berbahaya, dan menyengsarakan.  Kita bicara orang Jakarta ya...

LAKI-LAKI MENANGIS

DIANTARA karunia dan nikmat Allah bagi umat ini adalah Dia (Allah) mengutus Nabi Muhammad kepada kita. Dengan diutusnya Muhammad Rosulullah, Allah menjadikan mata yang buta menjadi terbuka, membuat telinga yang tuli menjadi mendengar, dan membuka kalbu yang terkunci mati. Diutusnya Rasulullah, Allah menunjuki orang yang sesat, memuliakan orang yang hina, menguatkan orang yang lemah dan menyatukan orang serta kelompok setelah mereka bercerai-berai. Selasa 5 Juli 2011 bila anda nonton TV-One live ada menanyangkan pemakaman KH. Zainuddin MZ. Kamera sempat menyorot dua tokoh nasional H.Rhoma Irama dan KH. Nur Iskandar SQ keduanya tampak menangis. Mengapa mereka menangis? Pernahkah anda menangis oleh karena melihat orang meninggal dunia? Ataukah kita baru mengingat pada kematian? Ad-Daqqa berkata : "Barangsiapa yang sering ingat kematian, ia akan dimuliakan dengan 3 hal, yakni : lekas bertobat, hati yang qanaah (menerima apa adanya ketentuan Allah), dan semangat dalam beribadah. ...

KENANGAN LALU

MELIHAT gambar diatas membangkitkan kenangan masa lalu, waktu saya kecil. Masa kecil semua orang pasti indah. Maunya main mulu, nggak pagi, siang, sore, malam, main aja judulnya. Susahnya cumak satu, kalo dimarah ama bapak ato ibuk. Itu saja. Kamis, sore, 13 Oktober 2011, saya datang pada walimatul ursyi, Suryana, salah satu karyawan pabrik Cibinong. Perkawinannya sederhana, dengan lantunan musik-musik islami, tamu hilir-mudik bergantian masuk menyalami pengantin. Sambil menikmati hidangan, saya beramah-tamah dengan tamu disamping. Ternyata beliau paman dari mempelai wanita. Kami bicara soal, banjir, kekeringan sampai mempelai wanita yg sudah tak ada orangtuanya lagi. Subhanallah. Saya menyukai perkawinan dengan cara sederhana, yang penting Allah ridho atas pernikahan itu. Bukan pesta yang meriah yang paling penting, namun bagaimana the day after alias pasca pernikahan itu. Bagaimana mengatasi perbedaan, bagaimana menerima kekurangan, dan bagaimana meny...