Langsung ke konten utama

Postingan

SENIN PAGI HARI

LEWAT media skype (=sejenis YM) aku sebagai HRD menyapa seorang karyawati tempatku bekerja. Dia berbaju semarak biru, kuning, merah. Kayak bendera Italia? Tapi wajahnya agak murung. "Selamat pagi, Dik..?" Dia agak kaget. Lalu demi melihat aku tersenyum, wajahnya ikut tersenyum. "Pagi, Pak...?" Nah, dia mulai keliatan cerah daripada sebelumnya. Aku nggak tau apa yang ada di benaknya. Mungkin saja pagi begini apalagi Senin, membuat dia harus menekuk wajahnya. Yah hari Senin menjadi sesuatu yang berat bagi banyak orang. Kemacetan, anak di rumah rewel, suami yang buru-buru mau masuk kerja harus dilayani ekstra cepat. Belum dia sendiri. "Anakmu, sehat?" "Sehat, Pak?" "Do you best, yak..." aku mencoba memompa semangatnya. "Mudah-mudahan, Pak..." Jawaban terakhir ini aku menyangka si karyawati ini agak berat menghadapi hari. Bukankah setiap hari adalah hari yang berat? Kita musti siap 120% untuk menakhlukkan hari-...

RENUNGAN SEJENAK

(Tulisan ini sumbangan Pak Zoerfratman, Ed.) Alam ini sangat luas semua orang sudah tahu itu, tapi diri kita adalah bagian dari alam itu sendiri, ini yang kurang banyak orang menyadarinya. Potensi alam semesta ini sungguh luar biasa tidak akan habis-habisnya untuk di teliti,di gali dan di pelajari untuk ke hidupan ini. Hal yang sama juga terdapat dalam alam ke hidupan setiap diri manusia, karena manusia di jadikan lebih sempurna di bandingkan dengan alam semesta lainnya, artinya dalam diri manusia terdapat kandungan yang sangat luar biasa untuk ke hidupan manusia itu sendiri tapi apakah manusia itu sepenuhnya telah menyadarinya ...? Belum ..., adalah jawaban yang tepat. Mari kita bertafakur sejenak, apa perbedaan yang spesifik setiap individu, apa yang membuat individu tertentu sering frustasi, miskin, kaya, bunuh diri, sukses, dllnya. Apakah Allah memang tidak adil sehingga orang-orang Afrika rata2 miskin dan terbelakang, pada hal banyak di benua itu pemeluk muslim. Dan sebali...

GUS DUR, CAK IMIN, ABAH DAN SLAMET

SAYA lagi suka berpikir tentang Gus Dur dan Cak Imin. Sebutan Gus di depan nama Dur berarti 'bagus', sebuah sebutan penghormatan untuk orang terhormat jaman dulu. Beruntung Gus Dur masih dipanggil Gus juga sampai saat ini. Di ranah orang penting kita di Indonesia, sebutan Gus mengingatkan kita pada sosok Gus Mus (KH.Mustofa Bisri), Gus Iful (Syaifullah Yusup) dan yang legendaris dari Belanda, Guus Hiddink. Hahaha... Sementara Cak Imin, disebut Cak adalah panggilan kehormatan sebagian warga jawa timur khususnya wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Jombang, pada tokoh yang "agak" dituakan. Walaupun faktanya umurnya masih muda. Cak berasal dari kata cacak yang berarti kak atau mas. Kenapa Gus Dur dan Cak Imin nggak akur? Saya senang merunut nasehat Cak Nun (Emha Ainun Nadjib), tentang Gus Dur. Kata Emha, "Sampeyan nggak usah terlalu serius dengan Gus Dur. Rileks aja. Wong ketoprakan kok diseriusin...! Hehehe... Abah saya, Drs.KH. Ibrahim Hasani peng...

AKHIR

MENDENGAR kata akhir, apa yang ada dipikiran kita. Pertemuan berakhir, pertemanan berakhir, kisah cinta berakhir, pengajian berakhir, kerja berakhir. Kalo akhir dari sesuatu yang enak, banyak orang tak suka akhir. Tapi kalo akhir dari penderitaan, kesedihan, kemelaratan; banyak orang jauh lebih senang. bagaimana kata akhir dipahami manusia dengan hati yang mendua; sama-sama akhir. Allah selalu mengingatkan manusia untuk ingat akhir atas segala nikmat Allah yang lezat seperti hidup, sehat, kaya dan sebagainya. Tapi Allah juga menghibur manusia dengan akhir atas apa yang susah, sedih dan kenestapaan dari Allah, agar manusia ada harapan. MahaSuci Allah yang mengatur 'permainan hidup' manusia semudah membalik tangan. Ada hikmah dibalik akhir. Allah memberi, Allah menarik, Allah mencukupi, Allah mengurangi. Ya Allah yang Maha Kuasa, manusia adalah insan yang tak paham dengan hidupnya sendiri, berkatilah ia dengan keselamatan atas jalan hidupnya. Amin.

KEDISIPLINAN

BANYAK orang menginginkan orang lain disiplin. Di jalan kita senang bila kita sedang naik motor atau mobil di depan kita ada pejalan kaki DISIPLIN jalan di pinggir, biar kita mudah mendahului. Di mesjid kita senang bila orang disiplin naruk sandal rapi dan mengambilnya pun rapi. Pergi ke toko yang rapi bikin kita enak milih size sebuah model baju. Pun dimana-mana banyak orang suka KEDISIPLINAN. Seorang karyawan pengen bosnya DISIPLIN, sebaliknya seorang bos ingin anak buahnya DISIPLIN. Padahal keduanya sama-sama tidak DISIPLIN! Pertanyaan berikut: apakah kita sudah DISIPLIN? DISIPLIN rugi... itu ukuran jangka pendek, jangka panjangnya UNTUNG. Misal pengendara motor merasa rugi berhenti di lampu merah. Maunya terobos wae! Mungkin untung dia bisa hemat sekian detik, tapi coba bayangkan efeknya bila semua ikut gayanya. Bangsa ini jadi bangsa melempem, egois, saling merusak, saling sikut, dan saling yang nggak ada bagusnya. SEDIKIT yah, sangat SEDIKIT orang yang mau biar yang...

MENGUBAH ARAH JALAN HIDUP

MAHA SUCI ALLAH, Maha Besar Allah yang dariNya kita terima jalan kehidupan kita. Ketika lahir, kita hanya ngikut apa maunya orangtua, setelah remaja, dan dewasa, lihat kanan lihat kiri kepribadian kita terbentuk. Lalu makin dewasa dan matang, kita sampai dipertengahan usia, kita mulai meneliti jalan hidup macam apa yang sedang kita jalani. Banyak yang berkelok-kelok, lurus dan melingkar tak beraturan. Itulah jalan hidup kita. Kenalkah kita pada jalan itu? Saya terheran-heran dengan jalan kehidupan yang sudah saya raih. Banyak yang kita harap dari Allah, setelah Allah memberi dengan rahmatNya, kita sudah siap dengan permintaan baru! Ajaib. Kita pintar memproduksi keinginan tapi tak cukup pintar memproduksi kesyukuran. Sampai titik itu saya mulai sadar ada kekuatan DASYAT yang mengarahkan hidup kita baik kita inginkan atau tidak. Kata kuncinya adalah hikmah. Bisakah kita menarik hikmah dari sekian milyar rahman dan rahim Allah disetiap detik perubahan dari arah hidup kita. Ki...

Drs.H. Ibrahim Hasani itu Abah saya...

Yak, namanya Drs. H. Ibrahim Hasani. Dia abah (mertua) saya yang sudah saya anggap sebagai abah kandung. Umurnya 68 tahun namun fisiknya masih tampak bugar. Abah tinggal di Komplek Gatot Subroto Banjarmasin bareng Mama. Dia panutan saudara-saudaranya. Tempaan hidup yang susah di kala kecil membuat dia keras terhadap hidupnya. Terbukti kini keempat anaknya sudah 'mentas' dari rumah besar mereka. Yang Sulung Kak Fitri Erliyana tinggal di Banjarmasin, anak kedua Radhiana Hastini menetap di Depok Jawa Barat, anak ketiga Laili Khairati tinggal di Banjarmasin dan anak keempat Hidayattan Noor menetap di Amuntai Kalsel. Abah kerap pulang-pergi Banjarmasin-Jakarta terlebih semasa presiden Abdurrahman Wahid. Entah Rapimnas PKB atau meeting Dewan Masjid Indonesia, dimana beliau adalah pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Banjarmasin. Abah sering ke tanah suci karena abah sering diminta sebagai pembimbing haji, kami yang muda jadi 'ngiri'. Tetapi itu adalah Jalan Allah bag...