Langsung ke konten utama

Postingan

CINTA

Hari itu, Jumat 26 Pebruari 2010 adalah hari penuh cinta. Cinta manusia pada manusia. Tapi bukan cinta biasa. Karena yang dicinta juga bukan manusia biasa. Anda pasti sepaham dengan saya. Dialah manusia paling dicintai Illahi Robbi, Dzat paling sohor tanpa tandingan. Lha kalo Allah saja sangat mencintai manusia satu ini, lha mosok kita cuek bebek, Rek... Benar sahabat, dialah Kanjeng Nabi Muhammad, manusia paling mulia derajadnya di alam manapun. Dimanapun, kapanpun dan dalam situasi apapun dia kita sebut setiap kali. Allohuma soli ala (sayidina) Muhammad. Nama manusia yang paling sering disebut oleh manusia di belahan dunia manapun selain Ibrahim dan Ali. Terus terang, perkenalan saya dengan Kanjeng Nabi ini tidak jelas benar. ia mengalir begitu saja, manakala saya ingat, waktu saya ngaji di Langgar Tengah, Jalan Manggar, Kodya Blitar, Jawa Timur antara tahun 1977 - 1980. Umur saya waktu itu antara 9-11 tahun. Namanya juga anak kecil, baca dua kalimah sahadat, kata guru ng...

HIRA YUSOPA

KANG HIRA. Begitu saya biasa memanggil namanya. Saya kenal pertama kira-kira tahun 2005. Waktu itu saya HRD & ADM Manager pada PT. Pachira Distrinusa di Kelapa Gading. Pertemuannya serba biasa. Dia mengantar Bu Meli, istrinya, tiap pagi dan kadang kami ketemu di bawah dekat ruang operator. Waktu Pak Mukhlis meminta saya untuk mencarikan tenaga salesman yang akan diperbantukan ke Area Sales Manager Bandung, Bu Meli iseng nanya: Pak kalo A-Hira boleh nggak coba daftar? Silakan, jawab saya singkat. Pendek cerita Kang Hira masuk. Setelah di kasih pembekalan oleh Pak Mukhlis (Managing Director), Pak Toro ( Deputy Chief GM), Pak OOk (Finance Director), dan HRD & ADM Mgr, pergilah dalam damai Kang Hira ke Bandung. Ia diperbantukan ke Pak Tritura Nugroho (ASM Bandung). Seiring bergulirnya waktu, sebelum lebaran 2005, Pak Mukhlis kasih sign ke saya untuk siap-siap rotasi ke Bandung sebagai ASM dan Pak Tri pindah ke Semarang. Benar saja. Saya abis lebaran 2005 ke Bandung ketemu d...

AYAH

ADA seorang sahabat bercerita kalo ia deket banget dengan ayahnya. Apalagi sejak ayahnya sakit-sakitan. Ia merasa ayahnya sakit psikis larena banyak pikiran. Ayahnya ingin kembali ke tempat dimana ayahnya dilahirkan. Saya tidak tahu bagaimana pikiran wanita beroperasi, namun bila saya mendengar kisah-kisah tentang bagaimana "kangennya" laki-laki dengan suasana dimana dia dilahirkan, dan dibesarkan. Saya menjadi inget ayah saya. Nama ayah saya Samiari. Waktu ia muda, teman, bibi dan budenya biasa panggil Didik. Mangkanya setelah jadi TNI AD sekitar tahun 1963, lencana nama yang tertempel di dadanya tertulis D. SAMIARI. Kalo saya tanya D itu apa Pak? Didik, jawabnya singkat. Sejak ayah saya masih muda, ia terkenal ganteng, humoris dan ekstrovert. Temennya banyak. Hanya sayang 'cos orangtuanya banyak anak, Samiaji, Samiati, Samiadi, Samiari, Samiani, Samiasih, mangkanya bapak kalo mau makan harus nyari ke tetangga dulu. Dimana rumah tetangga ada kerjaan, baikin ...

SARMILI BIN YAHYA

Jami'al Huda, demikian nama masjid yang biasa saya gunakan untuk sholat Jumat, tiap minggu. Setelah saya parkir kendaraan , saya berwudhu dan masuk masjid. Hati saya terkesiap. Ada keranda berlapis kain hijau bertuliskan : Innalillahi Wa inalilahi rojiun dengan benang emas, diletakan dekat pintu masjid... Alhamdulillah ada orang meninggal, bisik saya dalam hati. Saya sangat berharap ingin ikut mensholatkan. Benar saja. Bakda Sholat Jumat, keranda jenasah diangkat dan diletakkan di depan dekat pengimaman. Satu takmir masjid maju memberi uraian pendek tentang si jenazah, nama jenazah Sarmili bin Yahya, umur 60 tahun. Takmir berbicara tentang utang dan akan ditanggung oleh anak lelakinya( anaknya ikut maju kedepan).Takmir juga memintakan maap ke pada hadirin agar memaapkan si jenazah, . Selama takmir bicara, tak henti-hentinya saya tersenyum pada jenazah:....." Wahai almarhum Sarmili bin Yahya. Andai engkau sekarang melihat. Engkau akan berbahagia, karena hampir sepe...

FACEBOOK

(Duhai Allah, semoga tulisan saya menenangkan jiwa saya dan mencerahkan yang membacanya.) Facebook bagi saya adalah search engine di dunia nyata. Bisa juga "kemah" yang kita buat biar kawan kita melihat rumah kita, itu di Pramuka. So kehadiran facebook hanyalah semacam alat saja, bukan segalanya. Mungkin karena saya laki-laki, mateng, dan simple, sehingga facebook hanya dipake untuk itu. Mangkanya saya agak heran melihat kaum hawa, ibu-ibu, yang men-tagline-kan facebook sebagai "sahabat utama" hidupnya kini. Kata-kata seperti : Aaarrrrch, mules...., atau lagi BT sering saya jumpai manakala saya membaca postingan mereka.Saya adalah orang yang percaya; apa yg kita tulis, atau kita katakan, (sadar atau tidak) menggambarkan cara berpikir kita. Soft character kita kebaca. Banyak orang nggak peduli dengan ini. Dan saya sangat peduli. Kenapa? Tulisan dan ucapan yang ditulis, menggambarkan pribadi seperti apa anda. Ada yang tampak, ragu-ragu, ada juga yang suka jad...

PRASETIJO HERMAWAN

NAMANYA PRASETIJO HERMAWAN. Dia adalah teman istimewa SMA saya waktu di SMAN 2 Banyuwangi. Mengapa. Karena sejak saya menjadi Ketua Gerakan Pramuka Gugus Depan SMADA Banyuwangi, Pras, selalu terbuka minjamin sepeda motor Astrea 800-nya untuk saya pakai kemana saya pergi, tanpa ditagih bensin. Baik banget, kan? Saya tidak tahu banyak tentang keluarga Prasetijo. Yang saya tahu, ayahnya seorang hakim bertugas di Mataram waktu itu. Prasetijo dan adiknya Pramesti Wulandari ditinggal berdua bersama neneknya saja. Dan bukan saya saja yang merasakan kedasyatan kebaikan budi Pras ini, hampir semua teman di kelas, baik kelas 1, 2 dan 3 setidaknya mengakui kebaikan karakter Pras. Sudah lama saya tidak bertemu selepas lulus SMA tahun 1987. Dan semingguan tadi kami bisa kembali bercakap-cakap. Ceritanya saya dapat nomor HP Pras dari adiknya Wulan yg OL di Facebook. Begitulah, hati saya berbuncah gembira bisa bicara dengan Pras setelah 22 tahun berpisah. Pras bilang sekarang dia tinggal dan ...

SUFI-SUFI DI DUNIA

SUMPAH saya nggak hapal nama sufi-sufi yang menghiasi dunia dengan kisah-kisah sufistik yang sederhana tapi mendalam. Saya juga tidak akan berserita tentang kisah sufi yang pernah ditulis orang. Lo lalu? Iya. Saya tengah merasakan kedasyatan angin sufi di kiri kanan saya hari-hari ini. Saya mesti kulonuwun pada Kanjeng Nabi Muhammad yang merupakan sufi sejati. "Assalamualaika Ya Rasul..." Setahu saya seorang sufi itu menghadapi dunia yang ruwet dengan pikiran sederhana. Melangkah gagah menyongsong waktu dengan kepala menunduk yang berarti takjim pada setiap detik jarum berputar dengan hati ikhlas. Seikhlas andaikata jarum jam diputar berlawanan arah. Laku lampah sufi itu bisa diibaratkan bila seluruh dunia suka dugem, maka laku sufi lebih memilih tiba-an, samroh atau nasyid. Tak peduli betapa semua orang tertawa, laku sufi malah menangis dalam sepi. Saya teringat bagaimana para juara olimpiade menakhlukan ego pribadi untuk terus-dan terus berlatih supaya selalu siap d...